Kumpulan Khotbah

7 HAL PELAYAN SEJATI.

Shalom bapak ibu yang terkasih di dalam Tuhan. Sebelum kita mengetahui tentang Pelayan Sejati, kita perlu mengerti terlebih dahulu siapakah yang di sebut pelayan ? Pelayan adalah seorang yang mau mempersembahkan hidup bagi Tuhan untuk bekerja di ladang Tuhan.sebagai contoh adalah kita melayani tuan atau boss kita. Pada hari ini kita akan belajar dari 7 hal pelayan sejati. Kalau kita lihat sama-sama kita perlu belajar dari 2 timotius 2:1-25. Ayat ini mengisahkan bagaimana Timotius bekerja di ladang Tuhan di dalam pengiringannya akin Tuhan dan menjadi modal yang sangat dinamis bagi kita. Timotius adalah anak yang lahir dari perkawinan campuran; Ibunya seorang wanita yahudi, yang jelas mengajar dia mengenai alkitab, dan bapaknya adalah seorang Yunani ( Kis 16:1. 2 Tim 1:5). Timotius sangat di hormati di kalangan saudaranya. Dia bertobat ketika Paulus dalam safari per tama penginjilannya Paulus mengunjungi Listra, dan bahwa ia menyaksikan penderitaan Paulus pada peristiwa itu. ( 2 Tim 3:11). Paulus sangat senang melihat anak muda ini, dan walaupun belum lama sebelum barnabas di gantikan dengan silas untuk menjadi teman seperjuangan. Pada saat itu Timotius menerima karunia khusus untuk tugasnya itu,yang di sampaikan kepadanya melalui penumpangan tangan sidang penatua dan Paulus sendiri ( 1 Tim 4:12, 2 Tim 1:6). Mula-mula Timotius dipercaykan pergi ke tesalonika untuk meneguhkan hati orang-orang Kristen yang teraniaya di situ. Bersama-sama dengan Paulus dan Silfanus ia mengirim salam dalam kedua surat di tesalonika. Kalau kita lihat sama-sama bahwa Timotius ini adalah seorang Pemalu, sebab Paulus mendesak orang-orang Korintus supaya membuat merasa lega. Timotius tidak berkedudukan sebagai uskup yang berkuasa, sebaliknya, mereka sebagai utusan pribadi Paulus yang kewibawaan mereka sebagai bersumber pada Kenyatta bahwa Paulus adalah seorang rasul dan Timotius sebagai seorang wakil dari Paulus. Kalau kita lihat sama-sama Timotius ini adalah seorang yang masih berjiwa muda dan dia ingin menunjukkan kepada bahwa masa mudalah dia mulai untuk mempersembahkan hidup bagi Allah. Sebagai bukti katakana Timotius kepada masa mudanya untuk melayani Tuhan terdapat di dalam 1 Timotius 4:12.

2 Timotius 2:1-25 Timotius mengajarkan kepada kita bagaimana menjadi pelayan yang sejati didalam kehidupan dia yang menjadi contoh di dalam kehidupan kita nantinya.

1. Jadilah Kuat di dalam kasih dan karunia.(1)
Kata jadilah Kuat di dalam kasih dan karunia mengambarkan betapa pentingnya Paulus untuk menguatkan Timotius di dalam tugas dan panggilannya. Tugas yang utama Paulus adalah mendidik anak buahnya untuk menjadi kuat di dalam kasih dan karunia dari Tuhan. Kata jadilah Kuat berarti harus tetap kuat di dalam keadaan apapun juga. Sebagai seorang pelayan sejati point yang per tama yang saya sampaikan adalah kuat selalu di dalam kasih dan karunia. Ketika Yosua dan Kaleb untuk mengintai tanah kanaan, Tuhan memerintahkan mereka untuk tetap kuat dan teguh. Demikianpula Timotius di dalam menghadapi tantangan yang ada.
Di dalam 1 Timotius 1:2 Paulus menguatkan Timotius untuk menghadapi tantangan yang ada di waktu itu. Dalam hal ini Timotius di tuntut Tuhan untuk tetap kuat dalam kasih karunia. Hari dengar pak, apapun keadaan kita, Tuhan yang kita sembah mau untuk kita tetap kuat di dalam menghadapi segala sesuatu dan tetap berdiri dengan kasih dan karunia yang dari Tuhan. Yesaya 35:4 mengatakan bahwa Kuatkanlah hati kita, jangan takut akin keadaan ini, mari pak di dalam menghadapi segala sesuatu kini, kita tidak boleh takut dan gentar tapi harus Kuat di dalam menghadapi semuanya. Sekarang pertanyaan saya, kenapa kita harus kuat ? Karena Nama Tuhanlah adalah menara yang kuat. (Amsal 18:10). Kalau Nama Tuhan adalah menara yang kuat, maka Kita harus kuat juga. Tapi seberapa banyak yang didalam menghadapi masalah, kita tidak kuat alias give Up ? Tuhan aja di dalam menghadapi masalah yang terberat aja, He Never Give Up, How about us ? Hari ini dengar, point pertama ini mengingatkan kita bahwa dalam keadaan apapun, kita harus tetap kuat.

2. Setia dalam kebenaran (2)
Dari kisah Timotius ini mengajarkan kepada kita bahwa setia di dalam Tuhan menjadi modal yang utama di dalam kehidupan kita. Timotius sudah menjadi contoh bagaimana Ia setia kepada Tuhan dengan menjadi tanggung jawab akAn pengiringannya akAn Paulus. Di dalam ayat 2 ini Timotius menjadi anak kepercayaannya Paulus, dalam hal ini juga apapun keadaan kita, sudahkah kita meng ambil sikap untuk percaya kepada Tuhan dengan setia lebih lagi. Di dalam matius 25:21 mengajarkan kepada kita bahwa setia kepada Tuhan di dalam kebenaran sangat di perlukan. Jika kita tidak setia, ayat ini mengambarkan tentang wanita yang mempunyai lima talenta, yang semuanya di jalankan dengan setia dan penuh tanggungjawab, demikianpula kita dengan Tuhan, di butuhkan kesetiaan dan kebenaran yang pasti dengan Dia. Sebagai pelayan yang sejati di butuhkan kesetiaan yang mendalam dengan Tuhan, tanpa setia, maka kita akankehilangan perkara-perkara yang besar. menu rut lukas 16:10 barangsiapa setia di dalam perkara kecil, maka akan di berikan setia yang lebih besar. Dan barangsiapa tidak setia di dalam perkara kecil, maka tidak akin dapat perkara yang besar. Kesetiaan akan Tuhan di butuhkan kayakinan akan Tuhan selalu. Timotius ini sudah memberikan contoh yang dalam kepada kita bahwa dia sudah setia dengan tugas yang di berikan Paulus kepada dia, dalam hal ini mengajarkan kepada kita bahwa kita harus setia dengan tugas yang sudah Tuhan berikan kepada kita. Di dalam 2 timotius 2:13 sendiri mengatakan bahwa jika kita tidak setia, namun Dia tetap setia. Kenapa hal ini bias terjadi? Karena Allah tidak dapat menyangkali diri-Nya sendiri.

3. Memiliki Kebenaran sebagai seorang prajurit (3)
Kalau kita lihat sebagai Timotius ini bukan hanya sekedar menjadi seorang yang setia di dalam pengiringannya akan Paulus, tetapi yang di lakukan oleh Timotius adalah mempunyai sikap berani sebagai seorang prajurit. Di dalam kehidupan kita sehari-hari sudahkah kita mempunyai sikap berani sebagai seorang prajurit Allah yang tidak pernah mundur di dalam menghadapi serangan-serangan musuh. Di dalam ayat 3 ini Paulus mengajar kepada Timotius untuk berani menderita sebagai seorang prajurit. Mari di dalam langkah-langkah kita, sudahkah kita mempunyai sikap sebagai seorang prajurit-prajurit Allah yang berani menderita bagi Allah, dan berani menghadapi musuh-musuh di sekeliling kita. Kalau kita mempunyai sikap sebagai seorang prajurit, kita harus berani menyatakan bahwa Yesus yang kita sembah adalah Yesus yang hidup. Seringkali kita tidak berani menyatakan bahwa Ia tetap hidup, kenapa kita bilang tidak berani, karena di dalam menghadapi segala macam permasalahan di dalam hidup kita aja, kita sudah menyerah. Apapun problem di dalam kehidupan kita, kita harus berani menghadapi dengan penuh kekuatan dari Tuahn dan yakini bahwa Tuhan akan bekerja di dalam segala hal. Di dalam pasal 1:8 menyatakan bahwa Hukum Taurat yang utama adalah sangat tepat kalau di gunakan dengan tepat.
Paulus juga mengajarkan bahwa di dalam 2 korintus 11:23-29 bahwa di dalam Pelayanan akAn Tuhan dibutuhkan sikap yang tidak mementingkan diri sendiri, kita lihat seringkali di dalam Pelayanan kita memilih Pelayanan yang enak dan tidak susah di jangkau, tapi ketika kita di tempatkan untuk melayani di daerah-daerah yang sangat menyedihkan kita, sudah terlebih dahulu menyerah, seberapa banyak yang kita hadapi di dalam Pelayanan kita seperti ini? Kalau kita selama ini seperti itu, mari saatnya hari ini kita belajar untuk gemlike sikap kebenaran sebagai seorang pelayan yang melayani dengan sikap yang benar di hadapan Tuhan.

4. Memiliki disiplin seperti seorang atlit (5)
Sebagai seorang olahragawan jika ingin mendapatkan mahkota juara, harus melakukan latihan yang estra keras, setiap pemain yang akin bertanding di butuhkan sikap di siplin di dalam segala hal, nah hari ini kita perlu belajar sebagai seorang atlit. Kita butuhkan latihan ke disiplinan yang keras kalau kita akAn mendapat mahkota juara yaitu mahkota sejati. Di siplin di dalam hal apa yang harus kita lakukan sebagai anak Tuhan.
a. Beribadah kepada Tuhan.
Di dalam point yang per tama tentang mempunyai sikap di siplin yaitu dengan beribadah kepada Tuhan. Seorang olah raga wan jika ingin menjadi succes harus melatih dirinya dengan keras, demikianpula kita dengan Tuhan, jika kita mau menang di dalam menghadapi pertandingan didunia ini, kita harus lebih giat lagi melatih hidup kita dengan beribadah kepada Tuhan, seringkali banyak kita jumpai bahwa kita beribadah kepada Tuhan dengan tidak sungguh-sungguh, sehingga kita tidak disebut sebagai seorang pemenang lagi, tapi kalau kita beribadah dengan sungguh-sungguh dengan Tuhan, maka Mahkota surgawi akin ada di dalam kehidupan kita.
Di ibrani 10:25 mengajarkan bahwa jangan menjauhkan diri pertemuan-pertemuan ibadah, tapi marilah kita saling mempunyai sikap di siplin dan saling Mengasihi dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang semakin dekat. Hal yang per tama yang harus kita lakukan adalah janganlah kita menjauhkan diri kita dari pertemuan-pertemuan ibadah tapi kuatkan Iman kita selalu akin Tuhan di dalam hidup kita. Mari di dalam hari-hari ini gunakan waktu yang baik-baik untuk beribadah kepada Tuhan, karena waktu-waktu ini adalah waktu yang jahat, ( Ef 5:16).
Rasul Paulus sudah memberikan nasehat kepada kita untuk menggunakan waktu-waktu yang ada, sekarang pertanyaannya, sudahkah kita beribadah kepada Tuhan dengan sikap dan hati yang benar kepada Tuhan, jika hari ini kalau kita masih mempunyai sikap yang gak benar di dalam ibadah kepada Tuhan, perbaharuilah hidupmu dan jagalah hidup kita akan Tuhan.

b. merenungkan Taurat Tuhan.
Hal yang kedua yang di terapkan di dalam diri Timotius dengan mempunyai sikap kedisiplinan dengan merenungkan Taurat Tuhan selalu. Di dalam kehidupan kita sehari-hari seberapa sering kita belajar untuk merenungkan Taurat Tuhan selalu di dalam hidup kita.
Di dalam mazmur 1;1-3 mengajarkan bahwa kita di tuntut untuk tidak berjalan menurut orang fasik, tetapi orang yang kesukaannya merenungkan Taurat Tuhan siang dan malam yang tidak duduk di dalam perkumpulan orang pencemooh. Dalam hal ini kita perlu belajar untuk merenungkan Taurat Tuhan selalu di dalam kehidupan kita. Seringkali didalam kehidupan kita, apapun masalah didalam kehidupan kita, kita harus ingat bahwa merenungkan taurat Tuhan selalu didalam kehidupan kita.
Di dalam Yosua 1:8 mengingatkan kita untuk tidak melupakan dan memperkatakan taurat Tuhan siang dan malam. Daud mengajarkan kepada kita untuk merenungkan Taurat Tuhan di dalam kehidupan kita, mari dihari-hari ini di tuntut belajar untuk merenungkan Taurat Tuhan selalu di dalam kehidupan kita, namun sudahkah kita membangunnya setiap saat ?

5. Bekerja keras seperti seorang petani.(6)
Kalau kita lihat sebagai seorang yang bekerja keras, kita perlu lihat dari seorang petani. Seorang petani kalau ingin mendapatkan hasil yang bagus, petani ini mengambil langkah untuk selalu bekerja keras, kalau petani tidak bekerja keras, maka tidak akan mendapatkan hasil yang bagus. Demikianpula petani ini sama dengan kita, sudahkah kita setia dan bekerja keras di dalam melakukan segala sesuatu ? seorang petani harus bisa bekerja keras untuk membuahkan hasil dari pekerjaannya, demikianpula kita perlu mengetahui bagaimana Petani ini bisa melakukan segala sesuatu dengan rajin dan gentar. Sudahkah kita bekerja keras untuk mendapatkan hasil yang terbaik yang Tuhan lakukan di dalam kehidupan kita? hari ini kita perlu belajar untuk memiliki sesuatu kemauan yang keras untuk bekerja keras didalam melakukan segala suatu. Dalam hal ini kita perlu belajar untuk mimiliki sikap kemauan keras untuk mengenal Tuhan. Didalam memiliki kemauan keras ini kita harus belajar dari Yakobus 4:8. kata mendekat mengandung arti bahwa berusaha memiliki hubungan khusus dengan seseorang, dalam hal ini dibutuhkan sikap kemauan keras untuk mendekatkan diri. Kalau kita ingin memiliki seseorang yang kita cintai, kita harus berusaha mendekatkan diri, demikian pula kita dengan Tuhan, kalau kita ingin mendapatkan segala sesuatu dari Tuhan, kita harus berusaha mendekatkan diri kepada Tuhan. Di dalam Mazmur 73:28 Pemazmur memperingatkan kepada kita bahwa Daud suka dekat pada Allah, bahkan Ia menaruh tempat perlindungannya aoda Tuhan, dalam hal ini, mari kita belajar untuk dekat pada Tuhan selalu di dalam hidup kita setiap hari, kenapa kita perlu dekat pada Tuhan ? karena Tuhan dekat pada setiap orang yang berseru kepada Dia dalam kesetiaan pada Dia. ( Mazmur 145:18). Hari ini mari kita belajar bagaimana kita bias bekerja keras untuk mengenal Tuhan lebih lagi, sudahkah kita mengambil bagian untuk bekerja keras selalu didalam langkah kita setiap hari?

6. Memiliki kerajinan seperti seorang pekerja.(15)
Kata usahakan supaya kita layak dihadapan Tuhan mengambarkan bagaimana dengan apa yang kita peroleh untuk menjadikan hidup kita layak di hadapan Tuhan. Bagaimana kita bisa menjadikan hidup kita layak di hadapan Tuhan ? yaitu dengan Sujud di AltarNya. Kata sujud mengandung pengertian yang dalam yaitu berserah Total ama Tuhan. Di dalam MAzmur 138:2 mengatakan bahwa aku hendak sujud ke bait Tuhan yang kudus, dan Memuji NamaNya. Ini mengambarkan bahwa dengan Sujud dan Menyembah Tuhan membuat hidup kita berharga di hadapan Tuhan. Mazmur 99:5 mengingatkan kepada kita untuk sujudlah pada Tumpuan Kaki Tuhan di dalam hidup kita. Namun di dalam menghadapi segalanya, kita di tuntut untuk rajin untuk sujud dengan datang di kakiNya, firman Tuhan mengatakan bahwa mari datang kepada Ku semua orang yang letih dan lesu dan berbeban berat, karena DIa akan memberikan kelegaan pada kita. Ini mengambarkan bahwa mari mempunyai sikap untuk mencari Tuhan selalu karena Ia akan memberikan segalaNya kepada kita

7. Memiliki sikap untuk siap diproses sebagai seorang Hamba. (24-25)
Timotius menjalani sikap di dalam hal ini. Timotius memiliki sikap untuk siap diproses di dalam segala hal menghadapi berbagai macam pencobaan yang Dia alami bersama Paulus. Hal ini mengajarkan Timotius untuk memliki sikap yang selalu mau dip roses dengan Tuhan, dalam segala hal, sudahkah kita memiliki sikap yang mau dip roses dengan Tuhan sebagai seorang Hamba. Kalau kita siap diproses dengan Tuhan, berarti kita siap menghadapinya segala sesuatu. Mari sebagai seorang yang berharga di hadapan Tuhan, kita harus tetap kuat di dalam menghadapi segala sesuatu dengan penuh otoritas dari TUhan. Dalam hal ini mari kuatkan Iman kita dan teguhkan selalu hati kita akan Tuhan didalam kehidupan kita . ( Yosua 1:7). Kalau kita mau berhasil di dalam menghadapi segala sesuatu, kita harus kuat dan teguh di dalam menghadapi segala sesuatu. Dan satu hal yang harus kita pegang adalah bersama Tuhan kita dapat melakukan perkara yang besar.

Belajar hidup dari jemaat mula-mula
Sebelum kita mempelajari tentang bagaimana cara hidup jemaat mula-mula, kita perlu terlebih dahulu tahu tentang keadaan bagaimana lahirnya jemaat mula-mula. Jemaat mula-mula ini terjadi ketika mereka berkumpul di balik pintu terkunci di YErusalem pada hari-hari pertama setelah kebangkitan Yesus, para murid mengetahui bahwa lebih mudah berbicata tentang mengubah dunia daripada pergi keluar dan melakukannya. Tetapi tak lama kemudian, sesuatu terjadi yang bukan hanya mengubah jalan pikiran mereka, tetapi yang juga memberanikan mereka untuk menyampaikan iman mereka dengan cara yang menggoncangkan seluruh dunia romawi.
Hanya dengan 50 hari setelah kematian Yesus, Petrus berdiri depan suatu kerumunan orang banyak dan dengan berani menyatakan bahwa Kerajaan Allah telah datang, dan YEsuslah Raja dan Mesiasnya. Pada waktu itu Yerusalem penuh dengan pesiarah-pesiarah yang datang dari seluruh penjuru kekaisaran Roma untuk merayakan pesta pentakosta dan ketika Petrus berbicara, mereka tidak hanya mengerti dalam pemberitaannya, tetapi juga dalam jumlah yang luar biasa besarnya memberikan respons terhadapnya. Ketika Petrus menyatakan mereka harus menjadi murid-murid Yesus dengan bertobat dari dosa dan menerima hidup baru yang diberikan Allah, tiga ribu orang menerima seruannya dan menyerahkan diri kepada YEsus.(kis 2:14-42)
Di dalam Kisah Rasul 1:12-14,2:1-13 mengambarkan bagaimana jemaat mula-mula terjadi dan memberikan isyarat di dalam kehidupan kita bagaimana kita menantikan Roh Kudus turun keatas kita. Sebagai umat Allah kita perlu belajar dari murid-murid yang ada didalam loteng YErusalem yang berusaha menantikan pengurapan Allah dan penggenapan janji-janjiNya kepada kita.

Ada 4 Ciri-ciri dari jemaat Mula-mula

1. Jemaat yang mau sehati berdoa (14)
Kalau kita melihat dari ayat ini, coba perhatikanlah kata “ Bertekun dengan sehati dalam doa bersama-sama “ kata ini mengandung satu pengertian bahwa para murid-murid ingin menantikan sesuatu yang di janjikan kepadanya. Mereka menantikan pencurahan kuasa Roh Kudus keatasnya dengan bersehati untuk berdoa. Pengalaman Pentakosta senantiasa melibatkan tanggung jawab manusia.kata ini mengandung satu pengertian bahwa para murid-murid ingin menantikan sesuatu yang di janjikan kepadanya. Mereka menantikan pencurahan kuasa Roh Kudus keatasnya dengan bersehati untuk berdoa. Pengalaman Pentakosta senantiasa melibatkan tanggung jawab manusia. Mereka yang membutuhkan oencurahan Roh agar berkuasa untuk melakukan pekerjaan Allah harus menyerahkan dirinya kepada Roh Kudus lewat suatu komitmen kepada kehendak Allah dan melalui Doa.
Di dalam Jemaat yang mau sehati berdoa mengambarkan jemaat yang mau focus sama-sama dengan Tuhan setiap hari setiap saat. Kalau kita tidak focus sama Tuhan bagaimana kegerakan kerohanian akan terjadi di sekeliling kita? Di dalam keadaan yang tidak menentu ini mari kita belajar untuk focus sama Tuhan setiap hari dan setiap saat.focus ini mengambarkan sesuatu untuk bersandar penuh pada Tuhan, sudahkah kita mengambil bagian untuk bersandar sepenuhnya dengan Tuhan ?
Para murid didalam menjalankan tugasnya mereka bersandar sepenuhnya kepada Tuhan, dan setia menantikan Roh kudus turun keatasnya, demikianpula kita harus setia dan mau bersandar sepenuhnya kepada Tuhan yang memberikan kekuatan baru kepada kita.

2. Jemaat yang mau menantikan Roh Kudus Turun (2:1-6)
Ketika hari pentakosta yang sudah datang, Roh Kudus di curahkan besar-besaran kepada para murid yang dengan setia menantikannya. Mereka di tandai dengan tiupan angin yang makin keras dan bahasa-bahasa baru timbul di dalam hidup mereka sampai mereka penuh dengan Roh Kudus dan itu menandakan penggenapan janji-Nya dalam Yoel 2:28-29 untuk mencurahkan Roh Kudus-Nya kepada semua orang. Dalam hal ini para murid diperlengkapi dalam kuasanya untuk melakukan tugas amanat agung Bapa setelah Kuasa Roh Kudus turun keatas kita yang menyanggupkan untuk melakukan segala sesuatu yang Tuhan perintahkan kepada murid-murid.
Hal ini di dapati dari Petrus dan para murid. Bagi Petrus dan murid-murid lainnya, hari itu sama seperti hari-hari sebelumnya, tetapi ketika mereka menghadapi tugas yang begitu besar dan yang tidak mungkin dilaksanakan yang di percayakan Yesus kepada mereka, tanpa di sangka-sangka suatu kuasa yang memberikan hidup masuk ke dalam kehidupan mereka. Kuasa itu merupakan suatu dinamika moral dan spiritual yang memperlengkapi para murid supaya memberi kesaksian tentang iman yang baru. Kuasa itu adalah kuasa Roh Kudus dan akan menjadikan mereka seperti Yesus.
Tidaklah mudah menggambarkan dalam kata-kata yang mereka alami. Tetapi sebagai akibatnya kepercayaan mereka yang ragu-ragu dan tidak pasti kepada Yesus dan janji-janji-Nya secara luar biasa di teguhkan. Sejak saat itu dan seterusnya, mereka yakin bahwa janji-janji Allah dalam perjanjian lama dipenuhi dalam hidup mereka sendiri. Dan mereka sangat yakin bahwa Jemaat yang baru telah hadir.

3. Jemaat yang mau bekerja
Setelah Kuasa Roh Kudus turun kepada Murid-murid Sebagai akibat dari semuanya ini, para rasul dan orang-orang Kristen baru begitu dikuasai oleh cinta-kasih kepada Yesus yang hidup dan kerinduan untuk melayani Nya sehingga kebutuhan-kebutuhan kehidupan sehari-haro terlupakan. Orang-orang Kristen selalu bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Mereka malahan menjual harta mereka dan mengumpulkan hasil dari penjualan sehingga mereka dapat hidup sebagai suatu persekutuan sejati dari pengikut-pengikut Yesus. mencari uang bukanlah hal terpenting di dalam hidup. Satu-satunya yang terpenting adalah memuji Allah, dengan membawa berita yagn mengubah hidup.
Pelayanan Yesus dan para murid baru dimulai setelah kuasa Roh kudus turun, sebagai bukti dari semuanya ini, Petrus mulai bekerja untuk memberitakan injil kepada para tu-tua di Yerusalem dan tiga ribu orang bertobat dan mengalami pengenalan yang dalam akan Tuhan Yesus, dan mereka melakukan cintaNya akan Tuhan lebih dari segalanya. Di dalam hari-hari ini mari kita belajar untuk bekerja bagi Tuhan dalam dunia ini.
Didalam Matius 28:19-20 menjelaskan kepada kita bahwa tugas amanat agung kita adalah memberitakan injil kerajaan Allah sampai dunia mengerti siapakan Tuhan sebenarnya yang kita sembah. Seringkali di dalam kita melayani Tuhan melihat dari segi jasmaninya aja, tapi lupa apa yang harus kita kerjakan di dalam tugas pelayanan itu. Hari ini jika kita tidak sadar akan tugas dan panggilan kita untuk melayani Tuhan, maka lenyaplah apa yang akan Tuhan perbuat bagi kita, tapi kalau kita sadar akan tugas dan panggilan kita sebagai anak-Nya, maka Kemuliaan Tuhan akan nampak di dalam kehidupan kita.
Ada satu pujian mengatakan kerja buat Tuhan selalu manise, lagu ini mengambarkan bahwa kerja buat Tuhan selalu indah pada waktuNya. Sudahkah kita melakukan pekerjaan untuk Tuhan di dalam keadaan yang semakin hari semakin sulit ini? Mari kita belajar untuk bekerja buat Tuhan selalu. Dan jangan merasa lelah bekerja di ladnag-Nya Tuhan. Tapi tetap giat selalu bekerja di ladang-Nya Allah.

4. Jemaat yang mau bertekun di dalam Tuhan ( 2:46-47)
Yang harus kita pelajari dari jemaat ini adalah jemaat yang mau bertekun di dalam Tuhan sampai kedatangan yang kedua kali_Nya. Di dalam kisah ini jemaat mau bersatu hati bertekun di dalam doa dan bersekutu dengan Tuhan selalu. Dari kisah ini mari kita belajar dalam keadaan apapun kita ini, mari kita bertekun di dalam doa dan bersatu hati memuji Tuhan selalu sampai waktu-Nya berkesudahan Allah menjemput kita dan melayakkan kita di hadapan Tuhan. Sudahkah kita bertekun di dalam doa selalu.
Paulus mengajarkan kepada kita untuk tetaplah bertekun di dalam doa selalu dan bersukacitalah senantiasa sampai waktu-Nya berkesudahan ( I tes 5:17)
Sudahkah kita bertekun di dalam doa dan bersandar selalu kepada Allah?

\

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.